Tentang

sekilas tentang diri ku…

Yang ke 4 dari 4 bersaudara. Ya, itulah aku. Hidup sebagai anak dari keluarga yang kadang bahagia kadang pula tidak. Yah, sebenernya kalo pas masa-masa susah sih aku kerjanya ngeluh terus, namanya juga manusia…

Dari es-de aku udah suka nulis. Ya, contohnya kayak tugas buat IPS, IPA, Pkn, truz banyak lagi deh,,! hehe.. Kalo itu mah semua orang juga pasti pernah ya??

Ok, sebenernya aku udah coba-coba buat koran, tapi baru 1 edisi, truz abis itu mandet deh,,! huhu.. Kasian diriku… Makanya abangku yang ke 3 yang minatnya sama kayak aku nyaranin aku buat bikin blog sendiri. Dan akhirnya terciptalah blog yang masih sederhana ini. Yah, ntar lama-lama juga mahir, iyakan??

45 thoughts on “Tentang

  1. Noboru Akabara says:

    Saya agak tergelitik dengan kata-kata Nazira tentang kemampuan menulisnya sejak SD.

    Kita ketahui bersama bahwa sejak duduk di bangku sekolah dasar pun sebenarnya kita sudah dibekali kemampuan menulis, yaitu –seperti yang ditulis Nazira– untuk mengerjakan tugas.

    Artinya sekalipun saat ini (baca: ketika dewasa) kita merasa tidak bisa menulis sebenarnya kita sudah punya bekal sejak kita SD dulu.

    Jadi, tidak usah takut untuk menulis. Setidaknya setiap yang pernah merasakan lulus SD pasti bisa menulis.
    Untuk bisa menulis dengan lihai ya satu-satunya cara hanya dengan memulai menulis.
    Tuliskan apa saja yang ada dibenak kita, selanjutnya biar otak kanan dan kiri kita bersinkronisasi membentuk alur dalam tulisan kita. Maka dari itu, makanan wajib seorang penulis adalah membaca. Bacalah apa saja, mulai dari buku, koran, majalah, tabloid, iklan, plamflet, kitab, sampai membaca keadaan sekitar kita. Nah loh!

    Mari membaca, mari menulis!

    http://www.noboru26.wordpress.com

  2. Malem Mas..
    Salam erat dari Kebumen Jawa tengah
    semoga bermanfaat dan berkah Mas, saluuuut..ditengah kesibukan sebagai Guru, masih menyempatkan ngeblog untuk mencari dan berbagi ilmu. saluuuut๐Ÿ˜†

  3. PeDe aja lagi Mba. sebaiknya sejak dini, slogan yang merendah di ganti saja Mba. ini juga berpengaruh pada identitas blog kedepan lho… saya juga dulu demikian, blognya wong ndeso. tapi banyak teman menyarankan untuk mengganti. PeDe aja lagi….๐Ÿ˜†

  4. Salam Takzim
    Apapun tulisannya, apapun jenis hurufnya, menulis adalah untuk dibaca, lebih bersahaja tulisan bila terbaca. Tetaplah menulis jangan lupa sampaikan lewat BW, saya akan datang untuk membaca, terima kasih sahabat kecilku, dari tanganmu keluar mutiara-mutiara hikmah
    Salam Takzim Batavusqu

  5. Salam kenal,Fitri.
    terima kasih sudah menyempatkan berkunjung ke blognya bunda.
    Bunda juga masih gaptek masalah blog, tapi pede aja, yg penting mudah2an apa yg kita tulis bisa bermanfaat utk orang lain.
    salam.

  6. Salam kenal Nazira….sebenarnya kita sekarang dipermudah dengan adanya Blog. Jadi bisa terus latihan, dan mendapat dorongan semangat dari para sahabat dunmay……salam sayang untukmu dari Bandung Selatan

  7. Siti Fatimah Ahmad says:

    Assalaamu’alaikum

    Salam kenal buat Nazira. terima kasih sudah berkunjung ke laman saya. Alhamdulillah, teruskan minat menulis dan ia akan luncur jalannya jika mahu dan penuh minat melakukannya. Salam mesra dari Bangi, Malaysia.

  8. saya usul de.. eh Mba, blog yang super duper katrok di ganti menjadi ‘blog yang sederhana. jika ingin selalu merendahkan diri, kata2 tsb diplomatis. sederhana bukan berarti jelek, tapi juga bisa berarti nulis apa adanya tidak neko2…, tampilan sederhana tidak banyak widget dll.

    gimanaโ“

    semoga tetap semangat.
    pada dasarnya…nulis di blog masing2 ya terserah pemiliknya๐Ÿ˜†

    saya kok sok nasehatin๐Ÿ˜† maap ya….โ—

  9. ti…………………………………………………………….
    dsar nk sd yg lu’x cma sa bwt crita pendek……………
    eeeh krang sa wat yg panjannnnnnnnnnnnnnnng…..

  10. Jadi, tidak usah takut untuk menulis. Setidaknya setiap yang pernah merasakan lulus SD pasti bisa menulis.Untuk bisa menulis dengan lihai ya satu-satunya cara hanya dengan memulai menulis.Tuliskan apa saja yang ada dibenak kita, selanjutnya biar otak kanan dan kiri kita bersinkronisasi membentuk alur dalam tulisan kita. Maka dari itu, makanan wajib seorang penulis adalah membaca. Bacalah apa saja, mulai dari buku, koran, majalah, tabloid, iklan, plamflet, kitab, sampai membaca keadaan sekitar kita. Nah loh!
    +1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s