Seringan Awan

iPod kesayanganku terus memutarkan lagu itu berkali-kali.  Ya, jika sedang suka-sukanya sama satu lagu, pasti kuputar lagu itu berkali-kali sampai puas mendengarkannya.  Lagu dari band indie asal Bandung, Homogenic, terus berputar di otak ku.  Bukan cuma karena suara yang ‘wah’ dari vokalisnya (vokalisnya yang baru.  Vokalisnya yang lama juga punya karakter suara yang unik) dan lagunya yang keren, tapi juga karena keadaanku benar-benar cocok dengan lagu itu.

Ya, tiap kali melihatnya, ataupun berada didekatnya, hatiku terasa ringan, seperti awan.  Pantaslah lagu Seringan Awan dari Homogenic ‘menyihirku’.  Menurutku itu bodoh.  Maksudku, bagaimana bisa cuma gara-gara seseorang, kita merasa begitu ringan, tenang.  Mungkin aku terlalu naif bila berkata begitu.  Buktinya diriku sendiri sedang mengalaminya.  Itu yang dinamakan kasih sayang, atau cinta?  Sudahlah, aku tidak mengerti tentang cinta, atau dengan kebahagiaan yang ditimbulkannya, atau dengan kepedihan yang mengikutinya. Continue reading

Advertisements