I’ll Be Yours

“Love is breathin’ slowly into my vein.”

Sudah tiga bulan lamanya aku kenal dengannya.  Dia, seorang lelaki periang dan spontan yang tidak sengaja kukenal saat di toko buku.  Waktu itu dia tiba-tiba menyapaku yang asik bongkar-bongkar komik Jepang kesukaanku.

“Hai, suka baca School Rumble ya?” pertanyaan spontan itu membuatku salah tingkah.

“Eh…  I, iya.  Kamu juga?”

“Iya.  Ini tu manga paling gokil yang pernah aku baca.  Oh iya, namaku Will.  Kamu?”

“Aku Veny.”

Aneh memang, tapi dari situlah aku mengenal sosok Will yang menurutku unik.  Dan hari-hari setelahnya kami selalu bertemu di saat yang tak terduga.  Dua minggu kemudian aku baru tahu kalau dia tinggal hanya dua blok dari rumahku.

Aku memang sedikit naif mengakuinya, tetapi Will menumbuhkan perasaan itu padaku.  Ya, perasaan terkutuk yang berhasil kulupakan kurang lebih setahun dari hidupku.  Aku tidak ingin perasaan itu mengusikku lagi, setelah seorang lelaki brengsek ─yang kupikir dia adalah takdirku─ membuatku terbang terlalu tinggi dengan perasaan itu, kemudian ─tanpa beban─ menjatuhkanku ke tanah yang begitu keras.  Setahun yang lalu.

¤¤¤ Continue reading

Advertisements