Petuah Kehidupan

Sesosok tubuh yang lemah terlihat dalam ruangan sempit dan kotor diterangi cahaya lampu yang remang. Tubuh itu terkulai lemas, tonjolan tulang-tulang timbul dari kulitnya, tampak seperti tengkorak hidup yang hanya dibalut oleh kulit. Tangannya keriput, begitu juga wajahnya. Secara keseluruhan, tubuh itu seperti mayat yang terdampar di pulau terpencil dan sudah terapung-apung selama berhari-hari. Hanya suara lirih yang terdengar dari mulutnya yang menandakan bahwa sesosok tubuh itu masih hidup. Disamping sesosok tubuh yang lemas itu, terlihat seorang wanita paruh baya dan 2 orang anak perempuan yang berumur kira-kira 13 dan 8 tahun.

Muka keempat orang itu sembab. Sudah berhari-hari si wanita paruh baya menangis karena keadaan suaminya -sesosok tubuh yang lemah itu- tak kunjung membaik. Sementara anak-anak perempuan itu menagis karena mereka tidak akan bisa bersekolah lagi karena Ayah mereka sakit sehingga tidak bisa menanggung dan menyekolahkan mereka. Sedangkan kepala keluarga itu -tubuh yang lemah itu sendiri- menangis karena melihat keadaan keluarganya yang benar-benar memprihatinkan.

Maka demi membesarkan hati istri dan kedua anaknya, bapak yang sudah hampir mati itu berkata dengan lirih, sangat lirih, tetapi dengan hati yang benar-benar ikhlas kepada Sang Kuasa sehingga dalam perkataannya itu tersimpan semangat yang begitu menggebu-gebu.

“Wahai istriku! Wahai anakku! Janganlah kalian bersedih karena sakitku ini! Janganlah kalian menangis lantaran ujian yang diberikan oleh Allah kepada kita! Ingat, Allah tidak akan menguji hambanya diluar kemampuan mereka! Jadi, tabahkanlah hati kalian!” begitu katanya.

Istrinya yang sudah kalap, memandang suaminya dengan tatapan yang sangat dalam. Ia tidak mengerti kenapa suaminya berkata seperti itu.

“Lalu kenapa kau juga menangis, wahai suamiku?” tanya istri orang yang ikhlas itu.
“Tidakkah kau tahu? Aku menangis karena aku yakin Allah akan membantu kita keluar dari semua masalah kita! Kemiskinan, kemelaratan, kehinaan, dan penderitaan kita ini, insya Allah akan sirna. Kita akan diangkat derajatnya dan dimuliakan disisi-Nya, jika kita tetap ikhlas dan tabah menjalani hidup!” begitulah petuah sang suami kepada istrinya.
“Dan aku menangis karena aku yakin aku akan meninggalkan dunia ini dengan tenang. Kau tahu istriku? Khusnul khotimah, itulah yang aku cari!”

Maka tubuh yang lemah itu mati meninggalkan dunia dengan damai sesaat setelah ia mengucapkan syahadat dan pesan penting kepada istrinya:

“Ingatlah, istriku! Tetap tabah dan jangan keluar dari tuntunanmu: alQuran dan hadist, niscaya kau akan bahagia dunia akhirat!”

#Tamat#

17 thoughts on “Petuah Kehidupan

  1. hwaddoh, air mataku nitik nih. ceritanya sedih, haru, penuh pelajaran.

    Memang tak mudah menjalani hidup dengan ikhlas. Kadang orang malah bersumpah serapah merutuki hidupnya yang sengsara (aku juga pernah). Hidup memang kejam tapi sungguh adil.

  2. Khusnul khotimah itu sangat sulit Mba’ …
    Semoga saya juga bisa dalam kondisi itu ketika meninggal nanti. Bukan di kondisi sakitnya, tapi khusnul khotimahnya.
    Semoga …🙂

  3. Salam Takzim
    Otak kanan saat bekerja tidak tanggung-tanggung dia langsung membawa saya hanyut dalam cerita dan resfon juga dikirim ke otak kiri sehingga komentar ini muncul, saya simpan ya
    Salam Takzim Batavusqu

  4. Siti Fatimah Ahmad says:

    Assalaamu’alaikum

    Pengalaman adalah petua hidup yang paling akrab dengan manusia. Setiap kejadian yang berlalu ada hikmah untuk diambil iktibar dan sempadan. Oleh itu, harus banyak bersabar dan berdoa agar dipermudahkan segala urusan. Salam mesra selalu.

  5. Siti Fatimah Ahmad says:

    Assalaamu’alaikum

    SAHABAT
    Walau…
    Langkah tak bertemu
    Tangan tak berjabat (perempuan sahaja ya)
    Ucapan tak terdengar
    Izinkan hati ini memohon maaf
    Atas segala…..
    Sikap dan lisan yang tak terjaga
    Janji yang tak terkota
    Hati yang kerap berprasangka (insya Allah tiada)
    Sepanjang setahun perkenalan kita
    Selama persahabatan kita terjalin di dunia maya
    Terima kasih atas kasih sayang dalam ukhuwwah yang dicerna
    Semoga kita selalu di dalam perlindungan-Nya

    SELAMAT MENYAMBUT MA’AL HIJRAH 1431
    Salam Awal Muharam dan salam manis dari saya di Bangi, Selangor, MALAYSIA.

    SITI FATIMAH AHMAD

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s